Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2008

Oleh : Muhammad Zen

Pada prinsipnya di semua organisasi, termasuk organisasi dalam bentuk perusahaan, senantiasa memiliki budaya tertentu. Sistem Budaya inilah yang sering disebut budaya organisasi. Dengan adanya budaya organisasi, kondisi kerja dan sistem yang ada jadi terbentuk secara spesifik, sesuai dengan filosofi perusahaan atau filosofi organisasi.

 

Realisasi budaya organisasi dalam sebuah unit usaha atau perusahaan ? Tidak sulit untuk menemukannya. Jika kita sedang berbelanja di sebuah Toko Swalayan yang menganut waralaba misalnya, kita akan menjumpai sejumlah karyawan atau karyawati yang memiliki sikap budaya yang nyaris sama. Pelayanan di Alfamaret atau Indomaret misalnya, di manapun lokasinya, kita hampir selalu menemui tipikal pelayanan yang relatif sama.

 

Kondisi ini terjadi karena memang toko swalayan yang dibangun dengan sistem waralaba tersebut, menerapkan sebuah sistem ”budaya organisasi” yang sama pada setiap cabang. Mereka memiliki standar pelayanan yang sama terhadap konsumen.  Sehingga di manapun karyawan tersebut ditempatkan, mereka akan mampu melayani konsumen dengan standar layanan yang sama pula.

 

Karena budaya organisasi ini kadang diterapkan tanpa ”roh” atau tanpa ”penjiwaan” kita kadang-kadang menyaksikan sikap karyawan yang seakan seperti mesin atau robot yang tanpa jiwa. 

Sebagai solusi, ada sejumlah langkah yang bisa kita upayakan untuk memperbaiki simtem budaya organisasi. Dengan langkah ini diharapkan budaya organisasi yang tergelar akan lebih “berjiwa” dan bisa dihayati segenap karyawan.

         

1. Budaya organisasi memiliki peran yang sangat penting, dalam upaya meningkatkan kinerja sebuah perusahaan atau unit usaha. Karena itu pihak pemilik lembaga usaha, hendaknya memperhatikan betul akan budaya organisasi yang berkembang di lingkungan karyawan.     

 

2. Pihak manajer atau pimpinan lembaga usaha, memiliki peran yang penting dalam upaya pengembangan budaya organisasi di lembaga tersebut. Maka seorang pimpinan yang memegang kendali lembaga usaha, perlu memiliki visi yang jelas agar mampu mewarnai kondisi budaya organisasi yang ada.

 

3. Budaya organisasi akan mampu dijalankan dengan baik oleh segenap karyawan di sebuah peruasahaan atau unit usaha, jika budaya tersebut dihayati segenap karyawan. Penghayatan atau penjiwaan para karyawan terhadap budaya organisasi dalam kondisi sehari-hari ini amat penting, agar penerapan budaya organisasi tidak hanya sebatas formalitas atau sekedar dihafal dibibir semata-mata, melainkan dijalankan dengan penuh penghayatan segenap karyawan.

 

Jika aktualisasi budaya organisasi ini tidak dibarengi dengan penjiwaan atau penghatan dari segenap karyawan, maka tingkah laku para karyawan hanya sekedar menirukan doktrin dari pimpinan manajemen, sehingga mirip sebuah robot yang tanpa penjiwaan.

Read Full Post »

Sudah cukup lama saya tidak menulis di blog ini. Sudah sekian bulan rasanya, sehingga terasa kangen sekali.

 

Buat sejumlah teman yang selama ini sering saling kunjung, maaf agak lama saya tidak mengunjungi  rumah maya ini. Penyebabnya memang karena kesibukan yang sering menumpuk.

 

Oh ya, sejak Mei lalu saya aktif di organisasi wartawan, maklujm latar belakang saya memang seorang jurnalis. Saya bekerja sebagai Jurnalis di MNC Grup (RCTI, TPI dan Global TV) untuk Wilayah Kota Malang. Saya terhitung mulai Mei 2008 masuk di Kepengurusan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Malang Raya, sebagai Wakil Ketua.

 

Cukup banyak liku-lku menekuni organisasi kewartawanan semacam PWI. Beragam suka dan dukanya, tapi yang jelas amat dinamik dan menggairahkan. Nanti liku-liku berkecimpung di kancah organisasi wartawan, bisa saya tulis tersendiri.

 

Oh ya, selain sibuk memburu berita, mengurusi organisasi wartawan, serta mengelola penerbitan buku, saya mulai semester ini juga kuliah lagi. Saya  kuliah ambil S-2 di Pasca Sarjana Universitas Islam Malang (Unisma) program Magister Manajemen. Liku-likunya juga cukup menarik, maklum latar belakang Sarjana saya adalah disiplin Filsafat dari UGM Yogya.

 

Oke, sekian dulu, nanti kita sambung lagi. SEmoga saya bisa kembali aktif mengisi blog ini. Salam dari Kota Apel Malang

Read Full Post »