Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2009

OLEH : MUHAMMAD  ZEN

       Pada prinsipnya, usaha kecil menengah (UKM) merupakan salah satu sektor  yang cukup berperan dalam membangun perekonomian bangsa Indonesia . Di saat krisis ekonomi global sedang melanda sekarang ini, baik melanda kalangan usaha di tingkat internasional maupun kalangan usaha di Indonesia, sektor UKM mampu menjadi ”katup pengaman” agar tenaga kerja tidak sampai menganggur.
       Akibat merebaknya krisis global, dimana-mana muncul pemutusan hubungan kerja (PHK). Banyak pengusaha yang kalang kabut, karena di saat pusing mengurusi krisis global, justru sejumlah karyawan menuntut adanya kenaikan gaji. Akibatnya, dampak terburuk berupa PHK tak bisa terhindarkan lagi.
       Di saat banyak tenaga kerja yang menganggur akibat terkena PHK, maka sektor usaha kecil dan menengah menjadi salah satu solusi yang paling baik. Banyak korban PHK yang lantas membuka usaha sendiri kecil-kecilan, misalnya menggunakan modal uang pesangon yang diterima. Terlepas dari banyak kekurangannya, realitasnya jenis usaha ini mampu menghinbdarkan seseorang tidak terjebak jadi  pengangguran.  
       Namun kenyataannya, banyak pula sektor UKM yang kondisinya kembang-kempis, atau ”bagai mati segan hidup tak mau”. Usaha yang dijalankan sulit bersaing dengan sektor ekonomi makro, yang banyak didominasi para pengusaha dengan modal raksasa. Di saat pengusaha yang bermodal besar menurunkan harga jual produknya ke titik terendah, biasanya lantas banyak sektor usaha kecil yang gulung tikar karena kalah bersaing dalam memperebutkan konsumen. 
            Walau UKM merupakan salah satu sektor pengaman agar terhindar dari pengangguran, namun sektor usaha ini pada umumnya relatif lemah dari sisi manajemen bisnis. Ada sejumlah kelemahan, yang selama ini membelit kehidupan sektor UKM. Dalam kaitan ini, minimal ada lima kelemahan terkait kondisi UKM secara umum.
Lima kelemahan tersebut masing-masing yakni:
1. Kelemahan dalam mengakses pasar. Kelemahan akses pasar selama ini merupakan kelemahan yang dialami hampir sebagian besar UKM di tanah air. Hal ini karena mereka rata-rata kurang memiliki informasi yang lengkap dan rinci, terkait pasar mana saja yang bisa ditembus oleh produk yang dihasilkan.
2. Kelemahan dalam akses teknologi. Akses teknologi merupakan salah satu kelemahan sektor UKM. Kondisi ini tentu merupakan salah satu hambatan, demi memajukan sektor UKM. Padahal jika produk UKM sudah mendapat sentuhan teknologi, tentu akan mudah diterima pasar. 
3. Kelemahan dalam akses modal. Akses modal juga merupakan kelemahan UKM. Ini amat ironis, karena belakangan ini banyak bank berhamburan dana namun kurang melirik UKM. 
4. Kelemahan dalam manajemen keuangan. Kalangan UKM rata-rata tidak memiliki pola majemen keuangan yang rapi. Sehingga kadang sulit membedakan antara keuangan perusahaan dan keuangan rumah tangga.
5. Kelemahan SDM. SDM yang mendukung UKM rata-rata memang relatif kurang handal. Dalam kondisi inilah pemerintah, perguruan tinggi atau lembaga sosial yang lain hendaknya bisa ikut berperan meningkatkan SDM yang mendukung UKM.         
       Meski demikian, di tengah banyaknya UKM yang terkendala sejumlah kelemahan, ternyata banyak pula UKM yang memiliki prospek bagus dalam perkembangan bisnis. Mereka ini kadang diusebut UKM unggulan, karena di tengah-tengah krisis ekonomi yang melanda, justru beberapa UKM mampu berkembang pesat. Bakso Cak Man di sektor kuliner , atau Bandung Sport di sektor toko fashion misalnya, merupakan contoh di antara sederet UKM yang memiliki prospek bagus di masa mendatang.

Read Full Post »