Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘diklat jurnalistik’ Category

Oleh : Muhammad Zen

Kesuksesan hidup merupakan dambaan atau keinginan setiap orang. Siapapun juga di antara kita, tentu mendambakan hidup sukses, entah sukses di bidang apa saja.

Untuk mencapai kesuksesan besar, ternyata kiprah yang bisa kita lakukan tidak terlalu sulit. Agar mampu sukses besar, kita perlu berkiprah alias “action”, meski berkiprah untuk hal-hal kecil. Asal hal kecil yang bersifat positif itu dilakukan secara kontinyu, alias istiqomah, maka dari aksi yang kecil itu akan bisa berbuah sukses besar.

Seorang penulis buku yang produktif misalnya, juga diawali dengan “action” kecil. Cukup tiap hari menulis satu layar komputer, asal rutin dilakukan setiap hari, maka sekitar 3 bulan akan muncul satu buku. Dengan demikian dalam satu tahun, akan bisa muncul 4 buku berhasil kita tulis. Bukankah itu produktif ?

Padahal untuk menulis satu layar komputer setiap hari, pasti bisa kita lakukan, asal kita memiliki “niat yang kuat” untuk menulis buku. Sesibuk apapun kita, bekerja atau kuliah misalnya, asal niat serius, pasti bisa menulis satulayar komputer perhari.

Selamat jadi penulis produktif, Kita Pasti Bisa.

Read Full Post »

 

Luar Biasa !  Itulah komentar yang terlontar secara spontan, usai saya mengisi ceramah jurnalistik di Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang Jawa Timur, Sabtu lalu (16/10/2010). Diklat Jurnalistik ini diselenggarakan oleh Fakultas Syariah, namun pesertanya menyebar berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Malang.

Yang luar biasa, yakni tanggapan dari teman-teman mahasiswa yang ikut dalam diklat jurnalistik tersebut. Mereka rata-rata sangat antusias, demikian bersemangat untuk belajar dan mengkaji berbagai hal yang terkait dengan ilmu jurnalistik atau kewartawanan.

Saya membawakan dua materi diklat: yakni materi pertama Konsep Dasar Jurnalistik dan materi kedua Teknik Menulis Berita. Waktu ceramah yang disediakan untuk saya  yakni mulai jam 13.00 hingga 14.30 (materi pertama) dan bersambung 14.30 hingga 16.00 (untuk materi kedua).

Jam tersebut sebetulnya kurang ideal untuk ceramah, karena di saat peserta usai makan siang, lazimnya banyak yang ngantuk dan sudah mulai kurang fokus. Namun yang terjadi justru jauh dari perkiraan tersebut.  Mayoritas peserta demikian antusias mengikuti ceramah jurnalistik, dan tidak satupun saya jumpai ada peserta yang ngantuk. Mereka demikian bersemangat mengikuti pelatihan tersebut.

Bahkan saat dibuka tanya jawab atau forum dialog, mereka demikian antusias ikut berdiskusi, terkait dengan perkembangan jurnalistik. Mereka juga aktif bertanya tentang  berbagai strategi atau trik, agar sukses berkarir di kancah jurnalistik (atau jadi penulis artikel di media massa) sekaligus sukses kuliah.

Sejumlah strategi saya beberkan, mulai dari cara-cara mengatasi kemacetan ide (rata-rata penulis pemula pernah mengalami kemacetan ide), cara menggali ide tulisan, strategi menulis artikel dan buku, serta strategi meliput dan menulis berita. Karena peserta amat antusias, saya demikian bersemangat menularkan sejumlah strategi kongkrit yang perlu dimiliki oleh seorang penulis serta jurnalis. (Materi / makalah di diklat tersebut, kelak akan saya muat pula di sini)

Bravo teman-teman di Fakultas Syariah UIN Malang

Read Full Post »