Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Organisasi’ Category

Oleh : Drs. H. Muhammad Zen, MM

Sejak beberapa bulan terakhir ini, aktifitas saya sering bersentuhan dengan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) Cabang Kabupaten Malang. Dalam kepenguusan MIPI Malang yang baru, saya masuk di posisi Sekretaris I. Organisasi MIPI ini merupakan organisasi yang di dalamnya berisi sejumlah praktisi pemerintahan, serta insan di profesi lain yang merasa peduli dengan pemerintahan.

Di MIPI Cabang Malang dari mayoritas pengurusnya memang pejabat di lingkungan Pemkab Malang. Sebab Ketua Umum MIPI Malang adalah Pak H Rendra Kresna yang juga Bupati Malang, sedangkan Ketua Haian yakni Dr H Rudianto MA Kedis Perindustrian Perdagangan dan Pasar Pemkab Malang.

Meski mayoritas pengurus MIPI Cabang Malang adalah pejabat di Pemkab Malang, namun sejumlah ilmuwan dari berbagai kampus ikut dilibatkan. Ada 4 kampus yang beberapa dosennya ikut masuk di MIPI yakni Universitas Brawijaya, Universitas Merdeka, Universitas Gajayana serta Universitas Muhammadiyah Malang.

Saya sendiri berasal dari unsur pers. Walau sebetulnya saya juga insan kampus, karena saya dosen di Jurusan Komunikasi Universitas Tribhuana Tunggadewi Malang. Namun dalam kaian dengan MIPI, saya mewakili unsur pers.

Kesannya ? Agak sibuk dan harus meluangkan waktu memang, namun mengasyikkan karena bisa jadi arena silaturahmi dengan sejumlah tokoh dari berbagai elemen.

Read Full Post »

Oleh : Muhammad Zen

Pada prinsipnya di semua organisasi, termasuk organisasi dalam bentuk perusahaan, senantiasa memiliki budaya tertentu. Sistem Budaya inilah yang sering disebut budaya organisasi. Dengan adanya budaya organisasi, kondisi kerja dan sistem yang ada jadi terbentuk secara spesifik, sesuai dengan filosofi perusahaan atau filosofi organisasi.

 

Realisasi budaya organisasi dalam sebuah unit usaha atau perusahaan ? Tidak sulit untuk menemukannya. Jika kita sedang berbelanja di sebuah Toko Swalayan yang menganut waralaba misalnya, kita akan menjumpai sejumlah karyawan atau karyawati yang memiliki sikap budaya yang nyaris sama. Pelayanan di Alfamaret atau Indomaret misalnya, di manapun lokasinya, kita hampir selalu menemui tipikal pelayanan yang relatif sama.

 

Kondisi ini terjadi karena memang toko swalayan yang dibangun dengan sistem waralaba tersebut, menerapkan sebuah sistem ”budaya organisasi” yang sama pada setiap cabang. Mereka memiliki standar pelayanan yang sama terhadap konsumen.  Sehingga di manapun karyawan tersebut ditempatkan, mereka akan mampu melayani konsumen dengan standar layanan yang sama pula.

 

Karena budaya organisasi ini kadang diterapkan tanpa ”roh” atau tanpa ”penjiwaan” kita kadang-kadang menyaksikan sikap karyawan yang seakan seperti mesin atau robot yang tanpa jiwa. 

Sebagai solusi, ada sejumlah langkah yang bisa kita upayakan untuk memperbaiki simtem budaya organisasi. Dengan langkah ini diharapkan budaya organisasi yang tergelar akan lebih “berjiwa” dan bisa dihayati segenap karyawan.

         

1. Budaya organisasi memiliki peran yang sangat penting, dalam upaya meningkatkan kinerja sebuah perusahaan atau unit usaha. Karena itu pihak pemilik lembaga usaha, hendaknya memperhatikan betul akan budaya organisasi yang berkembang di lingkungan karyawan.     

 

2. Pihak manajer atau pimpinan lembaga usaha, memiliki peran yang penting dalam upaya pengembangan budaya organisasi di lembaga tersebut. Maka seorang pimpinan yang memegang kendali lembaga usaha, perlu memiliki visi yang jelas agar mampu mewarnai kondisi budaya organisasi yang ada.

 

3. Budaya organisasi akan mampu dijalankan dengan baik oleh segenap karyawan di sebuah peruasahaan atau unit usaha, jika budaya tersebut dihayati segenap karyawan. Penghayatan atau penjiwaan para karyawan terhadap budaya organisasi dalam kondisi sehari-hari ini amat penting, agar penerapan budaya organisasi tidak hanya sebatas formalitas atau sekedar dihafal dibibir semata-mata, melainkan dijalankan dengan penuh penghayatan segenap karyawan.

 

Jika aktualisasi budaya organisasi ini tidak dibarengi dengan penjiwaan atau penghatan dari segenap karyawan, maka tingkah laku para karyawan hanya sekedar menirukan doktrin dari pimpinan manajemen, sehingga mirip sebuah robot yang tanpa penjiwaan.

Read Full Post »