Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Bisnis’

Oleh : Drs. H. Muhammad Zen, MM

Sejak beberapa bulan terakhir ini, aktifitas saya sering bersentuhan dengan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) Cabang Kabupaten Malang. Dalam kepenguusan MIPI Malang yang baru, saya masuk di posisi Sekretaris I. Organisasi MIPI ini merupakan organisasi yang di dalamnya berisi sejumlah praktisi pemerintahan, serta insan di profesi lain yang merasa peduli dengan pemerintahan.

Di MIPI Cabang Malang dari mayoritas pengurusnya memang pejabat di lingkungan Pemkab Malang. Sebab Ketua Umum MIPI Malang adalah Pak H Rendra Kresna yang juga Bupati Malang, sedangkan Ketua Haian yakni Dr H Rudianto MA Kedis Perindustrian Perdagangan dan Pasar Pemkab Malang.

Meski mayoritas pengurus MIPI Cabang Malang adalah pejabat di Pemkab Malang, namun sejumlah ilmuwan dari berbagai kampus ikut dilibatkan. Ada 4 kampus yang beberapa dosennya ikut masuk di MIPI yakni Universitas Brawijaya, Universitas Merdeka, Universitas Gajayana serta Universitas Muhammadiyah Malang.

Saya sendiri berasal dari unsur pers. Walau sebetulnya saya juga insan kampus, karena saya dosen di Jurusan Komunikasi Universitas Tribhuana Tunggadewi Malang. Namun dalam kaian dengan MIPI, saya mewakili unsur pers.

Kesannya ? Agak sibuk dan harus meluangkan waktu memang, namun mengasyikkan karena bisa jadi arena silaturahmi dengan sejumlah tokoh dari berbagai elemen.

Read Full Post »

Mendidik Anak Gemar Wirausaha

Profesi sebagai wirausahawan, selama ini belum begitu memikat bagi generasi muda. Para remaja saat ditanya apa cita-citanya, kebanyakan menjawab ingin jadi insinyur atau dokter. Jarang sekali ada anak atau remaja, yang sejak awal bercita-cita ingin jadi seorang wirausahawan.  

Kondisi ini  karena kancah wirausaha atau dunia bisnis, masih jauh dari kehidupan anak-anak atau remaja. Mereka tidak tahu atau belum tahu indahnya kancah wirausaha, sebab selama ini lingkungan yang ada memang kurang kondusif. Mereka berangan-angan jadi dokter atau insinyur, karena profesi tersebut dinilai sebagai profesi hebat dan menjanjikan imbalan finansial yang melimpah. Karena itu wajar saja jika generasi muda jarang sekali yang memiliki cita-cita akan terjun ke blantika wirausaha.  

Padahal apa bila tahu bagaimana indahnya berwirausaha, maka dia akan lebih memilih jadi wirausahawan dibanding menekuni profesi lain. Lebih lagi dalam kondisi ekonomi serba sulit sekarang ini. Di saat kondisi ekonomi di negeri ini terpuruk, banyak profesi yang semula mampu mendatangkan finansial bagus ternyata dalam perkembangannya justru bagai telur di ujung tanduk.  Sebab jadi karyawan di sebuah instansi, ternyata belakangan ini rawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bahkan instansi yang selama ini masuk kategori “basah” karena gaji karyawannya rata-rata tinggi, yang semula dikira sangat mantap, juga tetap rentan PHK.  Wirausaha adalah satu-satunya profesi mandiri, yang kenal terhadap ancaman PHK. Mereka yang terjun di sektor wirausaha, sepanjang dia mau bias menekuninya terus, tidak ada yang bisa menjatuhkan vonis PHK kecuali dirinya sendiri.

Sebab seorang wirausahawan bias bertindak sebagai karyawan sekaligus manajer dan owner bagi usahanya, sehingga maju atau mundurnya usaha tersebut tergantung dari kesungguhan yang bersangkutan. Jika kancah bisnis tersebut dijalani dengan tekun, kerja keras, penuh semangat dan tidak  mudah putus asa, niscaya usaha tersebut pasti akan meraih  sukses.  

Melihat prospek dunia wirausaha, maka sudah saatnya anak-anak atau para remaja kita latih menjadi wirausahawan. Jiwa entrepreneur perlu kita tanamkan sejak usia dini, agar mereka kelak bisa menjadi wirausahawan yang handal. Jika sejak dini anak-anak sudah dilatih wirausaha, maka setelah dewasa kelak dia akan mampu menjadi seorang wirausahawan yang tegar, disiplin, pantang menyerah dan sukses dalam mengembangkan usaha.

Jiwa wirausaha inilah yang perlu kita tanamkan sejak dini, terhadap anak-anak kita yang nota bene generasi muda.  Untuk terjun ke kancah wirausaha sebetulnya tidak perlu menunggu seseorang sudah usia dewasa. Sejak masa kanak-kanak atau remaja, seyogyanya sudah mulai belajar menekuni wirausaha.

Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pada usia 8 tahun  Muhammad sudah berkiprah menggembalakan kambing. Lepas dari profesi sebagai penggembala kambing, Nabi Muhammad lantas terjun sebagai pengusaha yang selalu jujur dan amanah. Bahkan pada saat usianya baru 12 tahun, Muhammad sudah mampu berdagang ke manca Negara yakni ke negeri Syiria. Dalam berdagang nabi selalu jujur. Karena kejujuran nabi, beliau lantas diberi gelar Al-Amin atau orang yang patut dipercaya.                   

Para orangtua yang sudah terjun di kancah wirausaha, sebaiknya melibatkan anak-anaknya dalam mengurusi usaha. Hal ini sebagai pengkaderan agar generasi muda kita kelak akan mampu meniti rumitnya dunia bisnis dengan baik. Agar anak-anak bersemangat untuk membantu bisnis yang dijalankan orangtua, mereka juga harus diberi imbalan layak berupa gaji. Dengan imbalan gaji yang diperoleh dari membantu orantua, niscaya anak-anak akan makin semangat ikut berlatih bisnis.

Read Full Post »