Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Jurnalistik’

Oleh : Drs. H. Muhammad Zen, MM

Sejak beberapa bulan terakhir ini, aktifitas saya sering bersentuhan dengan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) Cabang Kabupaten Malang. Dalam kepenguusan MIPI Malang yang baru, saya masuk di posisi Sekretaris I. Organisasi MIPI ini merupakan organisasi yang di dalamnya berisi sejumlah praktisi pemerintahan, serta insan di profesi lain yang merasa peduli dengan pemerintahan.

Di MIPI Cabang Malang dari mayoritas pengurusnya memang pejabat di lingkungan Pemkab Malang. Sebab Ketua Umum MIPI Malang adalah Pak H Rendra Kresna yang juga Bupati Malang, sedangkan Ketua Haian yakni Dr H Rudianto MA Kedis Perindustrian Perdagangan dan Pasar Pemkab Malang.

Meski mayoritas pengurus MIPI Cabang Malang adalah pejabat di Pemkab Malang, namun sejumlah ilmuwan dari berbagai kampus ikut dilibatkan. Ada 4 kampus yang beberapa dosennya ikut masuk di MIPI yakni Universitas Brawijaya, Universitas Merdeka, Universitas Gajayana serta Universitas Muhammadiyah Malang.

Saya sendiri berasal dari unsur pers. Walau sebetulnya saya juga insan kampus, karena saya dosen di Jurusan Komunikasi Universitas Tribhuana Tunggadewi Malang. Namun dalam kaian dengan MIPI, saya mewakili unsur pers.

Kesannya ? Agak sibuk dan harus meluangkan waktu memang, namun mengasyikkan karena bisa jadi arena silaturahmi dengan sejumlah tokoh dari berbagai elemen.

Iklan

Read Full Post »

Akhir-akhir ini banyak anak muda mulai menggandrungi bekerja di kancah jurnalistik atau wartawan. Banyaknya minat anak muda ke dunia wartawan ini, merupakan hal yang wajar dan logis. Sebab wartawan merupakan salah satu profesi yang amat fleksibel, jauh berbeda dengan profesi yang lain.  

Sosok wartawan bisa berada di mana saja dan kapan saja, serta selalu memiliki alasan kuat karena untuk kepentingan pengembangan liputan atau mencari berita. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh wartawan yang pandai menjalin hubungan dengan pihak lain, untuk pengembangan diri dengan spesialisasi tertentu.  

Namun  tingkat fleksibel kancah kewartawanan juga tetap terbatas. Pekerjaan seorang wartawan memang amat fleksibel, terutama di saat kondisi berita sedang sepi atau tidak terlalu padat. Namun pada saat frekuensi berita demikian padat dan kualitas beritanya amat penting, maka profesi ini tiba-tiba berubah jadi kaku dan keras. Jika tiba-tiba muncul berita yang amat dahsyat dengan skala pemberitaan level nasional atau internasional, maka seorang wartawan dituntut harus secepat kilat terjun melakukan liputan. Terlambat sedikit saja, maka hasil liputan wartawan tersebut akan tertinggal, dibandingkan dengan media massa yang lain. 

Salah satu contoh saat di kawasan Kota Batu Malang Jawa Timur, muncul berita tewasnya gembong teroris Doktor Azahari. Wartawan yang berada di Malang dan sejumlah daerah di Jawa Timur, tituntut secepat kilat terjun ke kawasan tersebut melakukan liputan. Bahkan sejumlah wartawan dari Jakarta dan kota-kota lain di tanah air, demikian gigih berjuang keras agar bisa secepatnya sampai ke Kota Batu Malang, untuk liputan tertembaknya Doktor Azahari.  

Hal ini patut dimaklumi, mengingat peristiwa tewasnya gembong teroris tersebut merupakan peristiwa dahsyat dan amat penting untuk konsumen media massa. Baik media massa daerah, nasional maupun internasional, semua menilai kasus tewasnya Doktor Azahari adalah berita penting. Pada saat itulah kondisi wartawan amat ketat, tidak boleh tertinggal sedikit pun dan seandainya ada kepentingan lain maka harus segera ditinggalkan demi untuk liputan kasus tersebut.  

Namun di saat kondisi berita relatif sepi atau stabil, profesi wartawan memang bisa dibilang fleksibel. Karena fleksibelnya profesi tersebut, maka seorang wartawan bisa saja kerja sambilan sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi, jadi guru, makelar tanah bahkan ada yang jadi makelar kasus (biasa disebut markus). Selain itu banyak pula wartawan yang lantas terjun ke kancah politik menjadi pengurus Parpol atau bahkan ada yang jadi anggota DPRD dan DPR, berkat adanya kedekatan saat liputan dengan tokoh Parpol tertentu.  

Ada bahayanya ? Bisa jadi, tapi itulah kenyataan yang sering terjadi. Bagaimana menurut Anda ?

Salam dari Kota Apel Malang

mhzen@yahoo.com  dan mzenmzen@plasa.com

Read Full Post »